Pada tanggal 28 Desember 2021, Asosiasi Crop Care Indonesia yang diwakili oleh Dewan Pengurus ACCI Bapak Sudradjat Yusuf - Ketua Umum, Bapak Bambang Sudjadi - Wakil Ketua Umum, Bapak Tavip Kupiyotomo - Sekretaris Jenderal, Bapak Mulyadi Benteng - Direktur Eksekutif, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina yaitu Bapak Irjen Pol (Purn) Said Saile, M.Si, mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan Direktur Tindak Pidana Tertentu yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu dan Kepala Unit Pupuk, bertempat di ruang kerja Direktorat Tindak Pidana Tertentu, BARESKRIM POLRI, Jalan Trunojoyo Jakarta.

Dalam diskusi ini, Pembina dan Pengurus Asosiasi Crop Care Indonesia melakukan perkenalan sekaligus menyampaikan beberapa hal terkait dengan pengawasan pestisida dan pupuk di Indonesia. Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu juga mengharapkan terjalinnya komunikasi dan koordinasi dengan Asosiasi Crop Care Indonesia dan Kementerian Pertanian dalam rangka pembinaan dan pengawasan peredaran produk pestisida dan pupuk agar sesuai dengan mutu dan label yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pada akhir audiensi, Wadir dan Kanit menyampaikan bahwasanya “Polisi mempunyai pandangan terhadap penegakan hukum yang tidak semata-mata diterapkan secara kaku namun tetap selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, dalam rangka menunjang tercapainya ketahanan pangan nasional dan kelangsungan investasi di bidang pertanian. Penegakan hukum yang diterapkan oleh polisi selalu mengedepankan pembinaan.”

Temu Konsultasi Perizinan Berusaha Untuk Mendukung Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Asosiasi Crop Care Indonesia (ACCI)

Dalam upaya memaksimalkan alur pendaftaran pupuk dan pestisida, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melaunching Aplikasi dengan nama Perizinan Berusaha Untuk Mendukung Kegiatan Usaha (PB-UMKU) yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha untuk memudahkan proses registrasi produk pestisida dan pupuk.

Namun, masih ada beberapa anggota Asosiasi Crop Care Indonesia khususnya divisi registrasi produk pestisida dan pupuk mengalami kendala/hambatan terkait dengan implementasi aplikasi versi terbaru yang di launching oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut Workshop dan Sosialisasi Perizinan Berusaha Untuk Mendukung Kegiatan Usaha (PB-UMKU) Pestisida dan Pupuk yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian pada tanggal 11 November 2021 dan 18 November 2021, Asosiasi Crop Care Indonesia mengadakan Temu Konsultasi PB-UMKU pada tanggal 13 Desember 2021 di Hotel Aviary Bintaro dengan narasumber dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Kementerian Pertanian), Indosat dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kementerian Investasi) dan dihadiri oleh Anggota Asosiasi Crop Care Indonesia serta tamu undangan.

----

Follow us on social media :
Website : www.cropcare.or.id
Facebook : Asosiasi Crop Care Indonesia
Instagram : Asosiasi Crop Care Indonesia

#asosiasicropcareindonesia
#cropcareindonesia
#cropcareinaction

 

 Sudradjat Yusuf (Ketua Umum ACCI) 

Asosiasi Crop Care Indonesia (ACCI) menyelenggarakan Seminar Nasional “Pengaruh Krisis Energi Dunia Terhadap Pasokan Pupuk dan Pestisida Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.

Seminar Nasional dilaksanakan pada tanggal 18 November 2021 secara offline di Hotel Mulia Jakarta dan secara online melalui aplikasi zoom yang dibuka langsung oleh Ketua Umum ACCI Bapak Sudradjat Yusuf selaku Ketua Umum ACCI setelah membacakan Keynote Speaking, Narasumber dalam acara tersebut adalah Bapak Darius Yuwono (ADAMA Asia Pacific), Ibu Tri Ligayanti, ST, MSi mewakili Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil untuk menyampaikan materi Direktur Jenderal IKFT, Bapak Budi Hanafi, ST mewakili Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian untuk menyampaikan materi Direktur Jenderal PSP, serta dihadiri oleh Pimpinan Anggota Asosiasi Crop Care Indonesia dan masyarakat pemerhati seperti dari akademisi IPB, LIPI dan Lembaga Penelitian serta Asosiasi lainnya.

 

Melihat isu lonjakan kenaikan harga pupuk dan bahan baku pestisida dari Luar Negeri, Asosiasi Crop Care Indonesia berupaya untuk membahas dan mendiskusikan hal tersebut dalam bentuk Seminar Nasional.

Ketua Umum ACCI mengatakan bahwa “terjadinya kenaikan harga yang cukup fantastis sangat menyulitkan bagi kami untuk dapat memasok pupuk dan pestisida yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh Petani dan Pekebun sebagai pelaku utama Ketahanan Pangan Nasional di Republik ini. Sebagaimana diketahui pupuk dan pestisida merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dihindari di dalam budidaya Tanaman."

Asosiasi Crop Care Indonesia memandang perlu dilakukan antisipasi oleh semua pihak pemangku kepentingan, baik dari Pemerintahan sebagai regulator dan fasilitator, maupun pelaku usaha untuk bersama-sama mencari solusi agar kondisi tersebut tidak mempengaruhi Ketahanan Pangan Nasional dimasa yang akan datang.

Temu Konsultasi Pupuk dan Pestisida dilaksanakan secara langsung dan virtual oleh Asosiasi Asosiasi Crop Care Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2021 di Hotel Aston TB Simatupang.

Narasumber pada temu konsultasi kali ini adalah pejabat Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Bapak Dwi Herteddy, Bapak Safrul Susilo) dan pejabat Direktorat Pupuk dan Pestisida ( Ibu Lolitha Taparan, Ibu Karmilla Br Ginting, Ibu Sismiyanti, Bapak Unggul Pramukti, Bapak Eka TP), dihadiri oleh anggota Asosiasi Crop Care Indonesia baik langsung maupun virtual serta dihadiri oleh wakil dari MPPRT secara online dengan total peserta 72 orang dari 44 perusahaan.  Temu konsultasi tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Crop Care Indonesia.

Temu Konsultasi dilaksanakan untuk melakukan konsultasi dan diskusi dengan pejabat Kementerian Pertanian tentang pengawasan pupuk dan pestisida serta membahas terkait dengan pendaftaran pestisida khususnya terkait dengan masalah/hambatan dalam aplikasi Generasi-2.

Berdasarkan paparan para narasumber dan hasil diskusi yang berkembang selama Temu Konsultasi, terdapat beberapa hal yang disepakati.

 

Melihat kasus terkonfirmasi COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia, khususnya Jawa-Bali pada bulan Juli 2021 dan memperhatikan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2021 tentang Partisipasi Industri Dalam Upaya Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pengendalian Pandemi COVID-19 serta surat Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil tentang Partisipasi Bantuan Oksigen, maka Asosiasi Crop Care Indonesia yang beranggotakan perusahaan/industri pestisida dan pupuk turut berpartisipasi untuk menyediakan oksigen medis.

Pengurus Asosiasi Crop Care Indonesia mengkoordinasikan anggota untuk berpartisipasi dalam penyediaan oksigen medis dan telah dihimpun sejumlah dana partisipasi anggota untuk dibelikan 37 tabung berisi oksigen medis 6 m3 yang diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Depok sebanyak 20 tabung dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sebanyak 17 tabung. Selanjutnya oksigen medis tersebut akan diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah yang membutuhkan dalam pengendalian COVID-19.

Penyerahan oksigen medis tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Crop Care Indonesia didampingi sejumlah Pengurus Asosiasi Crop Care Indonesia pada hari Rabu tanggal 4 Agustus 2021.

Follow us on social media :
Website : www.cropcare.or.id
Facebook : Asosiasi Crop Care Indonesia
Instagram : Asosiasi Crop Care Indonesia

#asosiasicropcareindonesia
#cropcareindonesia
#cropcareinaction