Pertemuan Nasional Masyarakat Perlindungan Tumbuhan dan Hewan Indonesia (MPTHI) di Ambon pada tanggal 2 – 3 September 2015, dibuka oleh Menteri Pertanian dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, dikuti oleh Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, BPTPH seluruh Indonesia dan asosiasi pestisida termasuk Asosiasi CropCare Indonesia dan produsen pestisida dan pupuk. Dalam kepanitian, ditunjuk Asosiasi CropCare Indonesia sebagai Ketua Panitia, dalam hal ini diwakili oleh Sudradjat Yusuf dan beberapa anggota Asosiasi CropCare Indonesia sebagai anggota panitia.

Berita Launching CropCare

Asosiasi CropCare Indonesia merupakan nama baru Himpunan Masyarakat Perstisida Nasional ( HMPN ). Perubahan nama tersebut berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan Anggota ( RUTA ) tanggal 24 Maret 2015. Launching logo Asosiasi CropCare Indonesia dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2015, selanjutnya nama Asosiasi CropCare Indonesia secara hukum disahkan melalui Akta Notaris Mansur Ishak, SH Nomor : 13 tanggal 7 April 2016 di Jakarta.

berita ttt

Train The Trainer disingkat TTT merupakan pelatihan yang dirancang untuk melatih para calon tenaga trainer yang nantinya diharapkan dapat memberikan pelatihan yang sama kepada rekan kerja dalam lingkup perusahaan pada khususnya dan juga kepada para petani pada umumnya, untuk dilanjutkan secara bergulir sehingga lebih banyak petani dapat merasakan manfaat pelatihan sejenis ini.

TTT kali ini merupakan TTT ke-3 yang dilaksanakan oleh HMPN, dimana sebelumnya HMPN pernah melaksanakan TTT ke-1 di Bandung dan TTT ke-2 di Solo. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen HMPN dalam upaya mendukung kemajuan industri pestisida dan bisnis pestisida.

Himpunan Masyarakat Pestisida Nasional (HMPN) bekerjasama dengan CCPIT menyelenggarakan pemeran Agrochemical terbesar dengan peserta lebih dari 50 perusahaan Agrochemical China dan pengunjung yang diperkirakan mencapai 2.000 undangan. kunjungi acara tersebut yang dilaksanakan pada :25-26 November 2014, di Hotel Borobudur - Jakarta.

mentanbaru4

Jakarta - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, meneruskan langkah pembangunan pertanian dalam mempertahankan dan mencapai swasembada pangan. Selain itu, tujuan pembangunan pertanian bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat khususnya petani, kedaulatan pangan, dan upaya pertanian menjadi penggerak ekonomi Indonesia.

“Swasembada pangan harus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk generasi Indonesia di masa depan,” ujar Mentan saat memberikan sambutan usai Serah Terima Memori Kinerja Pertanian dengan Menteri Pertanian periode 2009-2014, Suswono, Selasa (28/10).

Sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja, Mentan optimis bahwa pertanian di Indonesia bisa dan mampu dalam menaklukkan tantangan dan menjadikannya sebagai peluang untuk mencapai sasaran yang telah dicita-citakan.

Menurut Mentan, Kementerian Pertanian perlu membangun kedaulatan pangan berbasis pada Agribisnis Kerakyatan. Hal tersebut dilaksanakan melalui kebijakan pengendalian impor pangan serta pengembangan ekspor pertanian demi kepentingan pangan nasional, penanggulangan kemiskinan di sektor pertanian, implementasi reforma agrarian, dan pembangunan agribisnis kerakyatan melalui pembangunan bank khusus pertanian.

Mengakhiri sambutannya, Mentan mengajak seluruh pejabat dan jajarannya di Kementerian Pertanian unduk dapat bekerja sama sebaik-baiknya dalam mensukseskan pembangunan nasional pada sektor pertanian. Mentan juga berterima kasih kepada Mentan Suswono atas dedikasinya dalam mengawali langkah-langkah strategis di bidang pertanian.

sumber : Kementerian Pertanian Republik Indonesia